September M
Oleh Ontoseno
“September-M yang lahir di tahun 1960 - 1970-an, menjadi cikal bakal lahirnya semangat inovasi dan kreativitas para mahasiswa Mesin / FTMD.”
Masa kebangkitan gerakan mahasiswa dan awal era Orde Baru yang mendorong penerapan praktis teknologi.
Tokoh pergerakan nasional yang memfasilitasi markas luar kampus dan pembentukan INFRA.
Mesin pengolahan gabah pasca panen, becak motor, dan traktor tangan.
September-M yang lahir di tahun 1960 - 1970-an, menjadi cikal bakal lahirnya semangat inovasi dan kreativitas para mahasiswa Mesin/FTMD. Kegiatan-kegiatan yang memadukan hobi, keilmuan, penerapan teknologi dengan dorongan keberanian untuk bereksperimen, telah membawa pengembangan dan perubahan mindset untuk memasuki dunia nyata dengan tantangan-tantangan riil yang mengandung risiko.
Gairah pembangunan di masa-masa awal Orde Baru, telah menyentuh kalangan teknokrat muda, yaitu para mahasiswa dan alumni muda yang melihat adanya peluang-peluang pengembangan semangat pembaruan dalam karya-karya nyata untuk masyarakat dan Negara.
Diprakarsai tokoh-tokoh gerakan perubahan yang bermarkas di Bangbayang, yang mengorganisasi demo-demo di Jakarta dan Bandung, para mahasiswa ITB khususnya Jurusan Mesin yang telah asyik dengan ‘bermain’ penerapan ilmu dan teknologi dalam kegiatan go-kart bergabung dalam sebuah Kelompok Pembaharu dengan nama ‘Indonesian New Frontier Association’ (INFRA), diprakarsai oleh Muslimin Nasution (M 59, lulus tahun 1967) bersama Adnan Buyung Nasution, dua tokoh-pemimpin pergerakan mahasiswa.
Didirikan di tahun 1968, dengan bermarkas di Jl. Ciung Wanara 12 difasilitasi oleh Muslimin Nasution, menjadikannya markas kegiatan HMM di luar kampus. Ini adalah sebuah posisi strategis karena lokasinya adalah ‘tetangga’ kampus Ganesha, sehingga bisa digunakan 24 jam sehari tanpa perlu terikat aturan kampus ITB.
Keberadaan INFRA dengan Ciung Wanaranya menjadi ajang pengembangan karya anak-anak Mesin ITB dengan berfokus masuk ke dunia industri yang saat itu sedang sangat bergairah untuk berkembang. Dengan strategi bahwa Indonesia sebagai negara agraris harus kuat dalam sektor pertanian yang unggul, INFRA memfokuskan diri pada mesin-mesin pertanian, yang juga berkembang ke industri alat transportasi barang dan orang. Alat-alat pengolahan gabah pasca panen, becak motor, traktor tangan adalah beberapa karya INFRA yang dirancang dan dibikin dengan semangat yang telah terbangun sejak ‘bermain-main’ rekayasa di masa September-M di tahun-tahun 1967 - 1970-an tersebut.
Benih Kewirausahaan
“Demikianlah perkembangan semangat September-M telah menumbuhkan bibit-bibit kewirausahaan seperti dituliskan tersebut. Semangat September-M ini telah berkembang dalam berbagai bidang usaha, berkolaborasi dengan mitra-mitra dari berbagai profesi, banyak yang menjadi perintis di berbagai bidang kegiatan usaha dan profesi.”