SOLIDARITY
FOREVER
“Bagi alumni dan mahasiswa Teknik Mesin ITB, jargon ‘Solidarity Forever’ bukan sekadar yel-yel penyemangat biasa. Kalimat ini adalah identitas diri, sumpah setia, dan filosofi hidup yang mengikat mereka seumur hidup.”
Ketika Jargon Diserukan
Ketika diserukan dengan lantang (biasanya sembari merapatkan barisan, merangkul pundak, atau mengepalkan tangan ke udara), jargon ini membawa makna mendalam yang mengikat setiap insan Teknik Mesin ITB.
Ikatan ini melampaui masa kuliah, menghubungkan mahasiswa aktif di kampus Ganesha dengan jaringan alumni yang tersebar di berbagai belahan dunia dan sektor industri global.
Makna Mendalam Solidarity Forever
Persaudaraan Tanpa Batas Generasi
Dalam kultur Mesin ITB, solidaritas berarti sekali Anda memakai jaket himpunan (jaket korsa berwarna biru tua), Anda adalah saudara selamanya. Ikatan ini mendobrak semua sekat sosial, ekonomi, bahkan usia. Seorang lulusan baru (fresh graduate) tidak akan canggung untuk menyapa seorang CEO atau pejabat tinggi negara yang lulus puluhan tahun lalu, dan mereka akan menyambutnya dengan hangat hanya karena satu ikatan: sama-sama anak “Mesin”.
Berjuang Bersama, Tidak Ada yang Ditinggalkan
Latar belakang lahirnya jargon ini berakar dari kerasnya dunia perkuliahan di ITB. Menghadapi kurikulum teknik yang padat dan penuh tekanan, mereka sadar bahwa mereka tidak akan bisa bertahan jika berjuang sendirian. “Solidarity Forever” berarti:
Akademik
Saling bantu dalam akademik: Belajar bersama, berbagi catatan, dan memastikan tidak ada teman yang tertinggal dalam ujian-ujian teknik yang berat.
Sosial
Jaring pengaman sosial: Jika ada mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial atau masalah pribadi, komunitas akan bergerak cepat untuk menggalang dana atau memberikan bantuan nyata.
Loyalitas dan Kepercayaan di Dunia Profesional
Di dunia kerja, meneriakkan “Solidarity Forever” adalah sebuah pengingat akan kode etik yang tidak tertulis. Artinya, sesama alumni Mesin ITB akan saling mendukung di industri, memberikan bimbingan (mentoring), membuka peluang karier, serta menjaga integritas profesional agar tidak merusak nama baik almamater dan korps “MS” (Mesin).
Asal-usul Jargon
“Kalimat ini awalnya terinspirasi dari lagu pergerakan serikat buruh Amerika Serikat yang diciptakan oleh Ralph Chaplin pada tahun 1915.”
Namun, oleh mahasiswa Teknik Mesin ITB puluhan tahun lalu, jargon ini diadopsi dan dilepaskan dari konteks politiknya, lalu diubah menjadi simbol persaudaraan kampus yang murni dan terus dibawa hingga akhir hayat.